PENGALAMAN KULIAH DI PERANTAUAN
PERAWATAN BAYI SAKIT
Dr.Tunjung
TANDA BAHAYA BAYI MUDA SEBAGAI BERIKUT:
1. Malas minum
2. Lethargis atau penurunan kesadaran
3. Frek. Napas< 20/mnt atau apnea
4. Frek napas >= 60 X/mnt
5. Grunting
6. Tarikan dinding dada yng berat
7. Sianosis central
8. Kejang
9. Syok
10. Perdarahan
MANAJEMEN BAYI BARU LAHIR NORMAL
ASFIKSIA : kegagalan bernapas secara spontan dan teratur pada bayi baru lahir atau segera setelah lahir
NEWBORN RESUCITATION ALGORITHM
menurut John Kattwinkel et al. Pediatrics 2010;126:e1400-e1413
Algoritma Resusitasi Neonatus (AHA 2015)
THERMOREGULASI
1. Perawatan Metode kanguru
- Posisi
2. Radiant Warmer
a. Cepat dipanaskan
b. Mudah melakukan tindakan
c. Operasi: servo control
d. Kekurangan: terjadi evaporasi
e. Kehilangan panas secara radiasi masih terjadi
- Inkubator
a. Pemanasan perlu waktu 20-30 menit
b. Sulit melakukan tindakan
c. Operasi: air dan servo control
d. Tidak terjadi evaporasi
e. Kehilangan panas secara radiasi minimal terutama yg sudah double wall
PEMBERIAN MINUM PADA BAYI KECIL
Minuman terbaik adalah ASI
Minum harus dimulai 1 jam stlh lahir
- Bila refleks hisap dan telan positif: menyusu langsung
- Bila refleks hisap negatif dan telan positif: berikan dengan gelas atau sendok
- Bila refleks hisap dan telan negatif: berikan melalui orogastric tube
Bila tidak bisa minum peroral berikan infus mulai: 60 cc/kg BB dan ditingkatkan 20 cc/kg BB setiap hari
Minum peroral mulai 2-4 cc tiap 1-2 jam
Cek tanda intoleransi feeding: perut kembung, lingkar perut meningkat, residu >1/2 dari jumlah yg diberikan, muntah
Bila ditoleransi baik: tingkatkan minum 1-2 cc/pemberian setiap hari
Bila mungkin cek glukosa darah setiap 6 jam
Total mnum bisa sampai 150-180 CC/kg BB/hr
TERAPI OKSIGEN
Ø Indikasi
- Central sianosis
- Grunting
- Kesulitan minum karena distres respirasi
- Tarikan dinding dada yng berat
- Napas cuping hidung
Ø Gunakan pulse oxymetri utk memonitor pemberian o2
- Beri o2 bila saturasi< 90%
- Jaga saturasi 92-95%
Petunjuk melaksanakan terapi oksigen
Cara | Petunjuk cara menggunakan | Kecepatan dan konsentrasi | Keuntungan | Kerugian |
Headbox | - Pasang headbox menutup kepala bayi. - Pastikan kepala bayi tetap berada di dalam headbox, meskipun bayi bergerak-gerak. | Rendah = 3L per menit Tinggi = > 5 L per menit | - Menghangatkan Oksigen - Dapat dicapai konsentrasi tinggi - Tidak ada pipa yang menyumbat lubang hidung | - Kecepatan oksigen tinggi diperlukan untuk mencapai konsentrasi sedang |
Prong Nasal | - Letakkan prong hanya di dalam cuping hidung bayi - Fiksasi prong dengan menggunakan plester atau elastik | Rendah = 0,5 L per menit Tinggi = 1 L permenit | - Diperlukan kecepatan oksigen yang rendah - Bila dipasang dengan betul, konsentrasi dijamin konstan | - Perlu pengatur aliran khusus untuk bayi baru lahir - Perlu pengaturan aliran khusus yang dapat mengalirkan oksigen aliran rendah - Oksigen dingin langsung masuk ke dalam paru bayi. |
Kateter Nasal | - Ukur jarak dari lubang hidung sampai ke batas dalam alis, Ini adalah panjang pipa yang harus dimasukkan - Masukkan pipa ke dalam lubang hidung - Lihat mulut bayi. Pipa tidak boleh terlihat dari belakang rongga mulut. Bila pipa masih terlihat maka tariklah pipa pelan-pelan sampai pipa tidak trelihat lagi. | Rendah = 0,5 L per menit Tinggi = 1 L per menit | - Diperlukan kecepatan oksigen yang rendah - Bila dipasang dengan betul, konsentrasi di jamin konstan | - Perlu pengatur aliran khusus yang dapat mengalirkan oksigen aliran rendah - Oksigen dingin langsung masuk ke dalam paru bayi. |
Sungkup Muka | - Pasang sungkup di muka bayi menutup mulut dan hidung. - Fiksasi porong dengan menggunakan plester atau elastik | Rendah = 1 L per menit Tinggi = lebih 2 L per menit | - Memungkinkan pemberian oksigen dengan cepat - Tepat untuk pemberian oksigen jangka pendek | - Dapat terjadi akumulasi karbon dioksida bila kecepatan aliran rendah dan sungkup muka kecil - Sulit memberi minum bayi selama pemberian oksigen - Sulit mempertahankan sungkup tetap di tempat |
Inkubator | - Gunakan Headbox ATAU - Hubungkan oksigen ke incubator sesuai dengan petunjuk pabrik | Bila menggunakan headbox, lihat di atas Bila dihubungkan dengan inkubator, ikuti petunjuk cara menggunakan inkubator | - Pastikan bayi tetap hangat selama pemberian oksigen - Menghangatkan oksigen | - Kerugian pemberian oksigen langsung ke inkubator adalah : - Oksigen dengan kecepatan tinggi diperlukan untuk mencapai konsentrasi sedang - Sulit untuk mempertahankan konsentrasi oksigen bila inkubator sering dibuka untuk melakukan prosedur/tindakan |
FiO2 pada pemberian O2 dengan nasal canul
CPAP : Continuous positive airway pressure (CPAP) merupakan suatu alat yang mempertahankan tekanan positif pada saluran nafas BBL selama pernafasan spontan.
Ø EFEK CPAP
ü Meningkatkan FRC
ü Mencegah kolaps alveolar
ü Meningkatkan compliance
ü Mempertahankan surfaktan
ü Mendukung jalan nafas dan diafragma
ü Menstimulasi pertumbuhan paru
Ø Indikasi CPAP
ü BBL prematur dengan respiratory distress syndrome (RDS)
ü BBL dengan transient tachypnea of the newborn (TTN)
ü BBL dengan meconium aspiration syndrome(MAS)
ü BBL dengan apnea yang sering terjadi dan bardikardia prematuritas
ü BBL dengan paralisis diafragma
ü BBL yang telah dilepas dari ventilator mekanik
ü BBL dengan penyakit saluran nafas seperti trakeomalacia dan bronkiolitis
ü BBL setelah pembedahan di bagian perut atau dada
Water-Seal CPAP
FOTOTERAPI PADA BAYI KUNING
Non fisiologis jaundice:
- Kuning < 24 jam
- Menetap > 14 hari (term baby) atao >21 hr (prematur)
- Kuning dsampai telapak tangan atau kaki
- Kuning dng demam
- Kuning dng BAB warna dempul
Fototerapi
- Kontinyu atau intermitten
- Cegah dehidrasi: oral feeding atau infus
- Bila dengan alat foto terapi konvensional: tingkatkan eksposur dng Ganti posisi tiap 6 jam: telentang, miring kanan kiri dan tengkurap
- AWASI EFEK SAMPING : diare, dehidrasi, brown baby syndrom
PEMBERIAN ANTIBIOTIK
Antibiotik lini pertama: Ampicillin dan gentamisin
Cek dosis sblm pemberian
TIDAK PERLU skin test
Berikan sesuai petunjuk:
- Berikan dng IV pelan (kalo memungkinkan dng syringe pump selama 30 menit)
- Perhatikan compatibility dng obat atau parenteral nutrisi pada saat pemberian. Contoh:
÷ Ampicillin compatibel dng d5% & NS. Tidak compatibel dng Asam amino
÷ Gentamisin: compatible dng D5%, D10% dan NS. Tidak kompatibel dng: ampicillin
PARENTAL NUTRITION COMPATIBILITIS
Drugs Compatible with Parenteral Nutrition Aminophylline * Cefotaxime Ceftazidime Ceftriaxone Ciprofloxacin Dobutamine** Erytrhromycin Fluconazole Gentamicin# Meropenem Methylprednisolone Morphine## Octreotide Ranitidine Timentin (Ticarcillin/clavulanic acid) Tobramycin** Voncomycin * Concentration up to 2,5 mg/mL have ben shown to be compatible, higher concentrations should be considered incompatible ** Incompatible with heparin containing solutions # Has been shown to be compatible with nutrient solutions containing 1 mg/mL of heparin, solutions containing higher concentrations of heparin are incompatible | Drugs Incompatible with Parenteral Nutrition Aciclovir Amoxycillin Amphotericin Ampicillin Calcium Salts Cephazolin Cisplatin Cyclosporin Diazepam Dopamine Doxorubicin Flucloxacillin Foscarnet Frusemide Ganciclovir Methotrexate Metoclopramide Metronidazole Midazolam Phenytoin Sodium bicarbonate Trimetroprim/Suxamethoxazole (Catrimoxazole) |
INTRALIPID COMPATIBLE
Drugs compatible with intralipid Adrenaline Cefotaxime Cefoxitin Ceftazidime Ceftriaxone Cephazolin Clindamycin Cyclosporin Digoxin Dobutamin Dopamine Erythromycin Gentamicin Hydrocortisone Imipenem Insulin (reguler) Isoprenalin Lignocaine Meropenem Metronidazole Noradrenaline Ranitidine Ticarcillin* Tobramycin Voncomycin * As no data is available for Ticarcillin/clavulanic acid (Timentin) with intralipid, these two should not run together | Drugs incompatible with intralipid Aciclovir Amikasin Aminophylline Amphotericin Ampicilin Calcium salts Ciprofloxacin Cotrimoxazole Diazepam Doxorubicin Frusemide Ganciclovir Clyceryl Trinitrate Heparin Indomethacin Iron Magnesium Salts Midazolam Morphin ** Nitroprusside Octreotide Ondansetron Phenytoin Sodium bicarbonat ** Concentrations og 1 mg/mL are compatible, however greater concentrations have been shown to be incompatible and therefore should not be run together |
PEMBERIAN ANTI KEJANG
Ø Anti kejang pd neonatus: phenobarbital
• Dosis: loading dose diikuti maintenance
• Yg harus dimonitor:
– Berhentinya kejang
– Respirasi (apakah ada apnea)
PERAWATAN MATA
Berikan salf mata antibiotik pada semua bayi baru lahir
Pada conjungtivitis Gonorrhea:
- Berikan tetes mata penicillin procain yg sdh diencerkan setiap 5-10 mnt
- Evaluasi produksi sekret
BAYI DARI IBU TUBERKULOSIS
ASI bisa tetap diberikan
- ASI peras
- Ibu memakai masker
BCG tidak diberikan saat lahir
Bila diberikan profilaksis IHN pastikan utk diberikan setiap hari
BAYI DARI IBU HIV
Ø Manajemen Umum
- Hormati kerahasiaan ibu dan keluarga
- Bila mampu melakukan konseling dan pernah mendapatkan pelatihan, lakukan konseling pada keluarga
- Perawatan bayi seperti bayi yang lain dan berikan perhatian khusus pada pencegahan infeksi
- Imunisasi sesuai dengan pedoman imunisasi pada anak yang lahir dari ibu dengan HIV positif. Sebelum menunjukkan gejala berikan semua imunisasi yang diperlukan termasuk BCG. Apabila sudah menunjukkan gejala infeksi HIV, jangan berikan vaksin BCG
- Beri dukungan mental
Ø Patikan bayi mendapatkan Antiretroviral
Ø Minum
- Pastikan ibu memilih ASI atau Formula
- Bila ASI: berikan eksklusif 6 bln dan stop segera
- Susu formula pastikan AFASS tercapai
AFASS
Syarat ibu dengan HIV positif jika ingin memberikan susu formula secara eksklusif
Comments
Post a Comment