Perkembangan Sistem informasi keperawatan

 A.   Defenisi


Gangguan spektrum autis merupakan salah satu diagnosis dalam DSM-5 yang menggambarkan gangguan perkembangan komplek, karena gangguan neurologis yang mempengaruhi fungsi otang karakteristik gangguan spectrum autism adalah adanya gangguan komunikasi, kesulitan berinteraksi atau gangguan hubungan sosial yang signifikan, dan perilaku khas gerak tubuh berulang. Diagosis ini digunakan untuk menjelaskan kondisi anak yang mengalami autism, gangguan disintergratif masa kanak-kanak, Pervasive Development Disorder Not Other Specified(PDD-NOS) dan Asperger Syndrome (World Health Organization, 2013; American Psychiatric Association, 2015 ; CDC, 2015).




B.    Klasifikasi gangguan spectrum autis

Klasifikasi gangguan spectrum autis dalam DSM 5 terdiri dari autism, sindrom Asperger, PDD-NOS dan gangguan disintegrative masa kanak-kanan (American Psychiatric Association, 2015). Berikut ini defenisi gangguan yang termasuk dalam gangguan spectrum autis menurut Autism Society, 2015:

1.     Autistik

Gangguan autistic merupakan gangguan perkembangan dalam interaksi sosial, komunikasi serta keterbatasan aktivitas dan minat. Tanda dan gejala gangguan autistic bervariasi pada setiap anak tergantung pada perkembangan dan usia anak.

2.     Sindrom Asperger

Sindrom Asperger merupakan gangguan interaksi sosial keterbatasan minat, aktivitas serta perilaku berulang yang parah dan berkelanjutan. Sindrom asperger menunjukkan tanda dan gejala yang mirip dengan gangguan autistic, namun anak dengan sindrom asperger juga tidak mengalami gangguan perkembangan kognitif atau keterampilan, perilaku adaptif, dan rasa ingin tahu seperti anak-anak pada umumnya.

3.     PDD-NOS

Pervasice Develpoment Disorder Not Otherwise Specified (PDD-NOS) merupakan gangguan interaksi sosial atau keterampilan komunikasi verbal dan verbal yang parah, menunjukkan perilaku, minat dan aktivitas berulang. Anak dengan PDD-NOS memiliki ekspresi wajah datar, namun masih mampu menatap mata orang lain.

4.     Gangguan disintegrative masa kanak-kanak

Anak dengan gangguan disintegrative diawal tumbuh kembangnya sama dengan anak normal. Tanda dan gejala gangguan disintegrative masa kanak-kanak baru terlihat setelah anak berusia 2 tahun, anak mengalami kemunduran pada beberapa aspek perkembangan.

5.     Penyebab

Penyebab utama gangguan spektrum autis hingga saat ini belum ditehaui secara pasti. Namun penelitian melaporkan pembagian penyebab gangguan autis pada anak menjadi dua yaitu primer (bersifat idiopatik) dengan presentasi kejadian kasus sebesar 90% dan sekunder (faktor lingkungan) sebesar 10%. Peningkatan jumlah anak dengan gangguan spectrum autis juga disebabkan adanya faktor risiko seperti genetik, lingkungan, neurologis, dan kondisi kesehatan (Choices, 2014).

Watts (2008) menyatakan bahwa penyebab dari ASD sangan kompleks dan kemungkinan multifaktorial meliputi predisposisi genetic danfaktor lingkungan. Kelainan genetic yang potensial adalah sindrom Fragile X dan tuberous sclerosis. Faktor lingkungan dapat secara efektif dipisahkan menjadi faktor prenatal, peri-natal dan post-natal. Faktor prenatal termasuk sindrom konginital rubella (sekunder terhadap infeksi rubella), paparan teratogen (misalnya thalidomide) dan paparan pestisida. Faktor peri-natal berhubungan dengan kondisi obstetric seperti berat badan lahir rendah, lama kehamilan abnormal (persalinan premature) dan asfiksia lahir (hiposia-iskemik). Faktor pasca-persalinan mencakup berbagai penyakit autoimun, infeksi virus, kegagalan perkembangan amigdala, stress oksidatif, kekurangan vitamin D, toksisitas logam berat misalnya merkuri dan vaksin MMR (masih controversial).



DAFTAR PUSTAKA

 

American Psychiatric Association. (2015). Diagnostic and statistical manual of mental disorder : DSM-V-TR. Washington DC : American Psychiatric Association.

Autism Society. (2015). DSM-IV Diagnostic Classifications. Maryland: Autism Society. 

CDC. (2015). Autism Spectrum Disorder (ASD). Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention.

Choices, N.H.S. (2014). Autism spectrum disorder. United Kingdom: National Institute of Mental Health.

Watt, T.J., 2008. The pathogenesisi of autism. Clinical Medicine:Pathology.

Comments